Seputarkuningan.com – Pemadam kebakaran atau disingkat DAMKAR merupakan unsur pelaksana dari Pemerintah yang memiliki tanggung jawab membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran. Selain melakukan pemadaman api, petugas damkar juga dilatih untuk melakukan evakuasi seperti penyelamatan korban kecelakaan, bencana alam, dan evakuasi gawat darurat lainnya.
Jika dilihat dari sejarah, sejak zaman Hindia Belanda peran Damkar sudah banyak membantu masyarakat. Pemerintahan Hindia Belanda membentuk organisasi penanganan kebakaran, saat itu bernama de Brandweer. Organisasi ini dijalankan di setiap kota yang berada di hilir sungai maupun pesisir seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Berdirinya de Brandweer di setiap kota memiliki rentang waktu yang berbeda-beda.
Dengan motto Pantang Pulang Sebelum Api Padam, Walau Nyawa Taruhannya, UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan hadir di tengah masyarakat untuk membantu menanggulangi kebakaran. Akan tetapi, tidak hanya masalah kebakaran saja yang dibantu oleh UPT Damkar Kabupaten Kuningan. Damkar dapat membantu kesulitan masyarakat lainnya, melepaskan cincin, menyelamatkan kucing, menangkap ular, serta hewan lainnya, membantu warga evakuasi kera, hingga memusnahkan sarang tawon.

Dipimpin oleh sosok yang tegas namun bersahabat ini, UPT Damkar Kabupaten Kuningan memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat Kuningan. Terkadang dalam satu hari harus menangani kebakaran hingga di lima lokasi yang berbeda dengan lokasi lapangan yang berbeda-beda tidak menyurutkan semangat Tim Damkar untuk memadamkan api. Tentunya, hal ini tidak lepas dari kekompakan dan solidnya anggota Damkar.
Damkar Kuningan hingga saat ini memiliki 8 unit kendaraan, awal hanya 4 unit kendaraan kemudian bertambah dengan adanya hibah dari UPI/Jepang dan Gubernur DKI Jakarta melalui Bupati Kuningan. Jumlah personel yang dimiliki sekarang 52 orang, bertambah sebanyak 32 orang dari hasil seleksi P3K yang baru dilaksanakan.
Menjadi seorang petugas pemadam kebakaran harus siap menghadapi berbagai kondisi yang berbahaya, harus punya keberanian dan fisik yang kuat untuk menaklukkan kobaran api, tidak pernah pandang bulu saat menjalankan tugasnya, memiliki integritas tinggi dan kerja tim yang kompak.

Tidak terbayang, Ketika para penakluk kobaran api berusaha keras memadamkan api, menyelamatkan para korban tanpa memikirkan keselamatan diri mereka sendiri.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti, berharap anggota Damkar yang masih berstatus honorer dengan jumlah 12 orang, dapat diprioritaskan menjadi ASN/P3K dan ditambahnya anggota seiring dengan banyaknya dan luasnya wilayah layanan UPT Damkar se-Kabupaten Kuningan.
“Saya tidak menginginkan yang muluk-muluk. Saya berharap, anggota damkar yang masih honorer dapat diprioritaskan menjadi ASN atau P3K. Dan harapan kami status kelembagaan Damkar nantinya bisa mandiri sendiri minimal menjadi dinas,” ungkap Khadafi. (Elly Said)
