Seputarkuningan.com – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menanggapi secara hati-hati terkait informasi dugaan keterlibatan empat siswa sekolah dalam kasus peredaran narkotika jenis sintetis (sinte) di Kabupaten Kuningan.
Menurut Dian, hingga saat ini dirinya belum menerima informasi resmi dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan terkait kasus tersebut. Karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi dari aparat penegak hukum.
“Saya belum begitu mengetahui secara jelas terkait persoalan ini karena belum ada rilis resmi dari BNN maupun dari Satres Narkoba Polres. Jadi kita menyikapi persoalan ini dengan hati-hati,” ujar Dian.
Meski demikian, Dian menilai informasi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih peduli terhadap perkembangan dan pergaulan anak-anak mereka.
“Yang pasti, dengan adanya kejadian ini kita sebagai masyarakat dan sebagai orang tua harus lebih aware, harus lebih peduli terhadap anak-anak kita. Pendidikan karakter dan pembinaan tidak mutlak hanya diserahkan kepada sekolah karena waktu anak berada di sekolah juga terbatas,” katanya.
Dian menegaskan, peran keluarga sangat penting dalam mengawasi aktivitas dan lingkungan pergaulan anak di luar jam sekolah. Ia mengingatkan agar orang tua tidak lengah terhadap berbagai potensi pengaruh negatif yang dapat menjerumuskan generasi muda.
“Orang tua harus menjadikan ini sebagai momentum untuk lebih berhati-hati dan lebih intens mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai persoalan justru terjadi ketika mereka berada di luar lingkungan sekolah,” tuturnya.
Selain peran keluarga, Dian juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara sekolah, komite sekolah, masyarakat, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba.
“Ini juga menjadi bahan perhatian bersama bahwa ekosistem pendidikan harus dibangun secara kuat. Masyarakat, komite sekolah, pihak sekolah, dan orang tua harus bersinergi serta bergandengan tangan dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada anak-anak,” ujarnya.
Terkait dugaan keterlibatan para pelajar tersebut, Dian mengaku belum dapat memastikan status mereka, apakah sebagai pengguna, pengedar, atau terdapat fakta lain yang berbeda dari informasi yang beredar saat ini.
“Saya belum bisa memastikan apakah mereka pengedar, pengguna, atau bagaimana, karena saya belum mengetahui persis fakta sebenarnya. Saya akan segera melakukan koordinasi dengan BNN dan Satres Narkoba untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas,” pungkasnya. (Elly Said)
