![]() |
| Aksi dorong motor oleh warga Kuningan |
Seputarkuningan.com – Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Melawan (GMM) melakukan aksi mendorong motor sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi menuju Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Senin (19/9/2022). Aksi tersebut merupakan simbol rakyat tak mampu membeli BBM. Bahkan mereka mendesak agar pemerintah pusat mencabut kembali kebijakan tersebut.
Menurut salah seorang orator, Endin Kholidin mengatakan, kenaikan BBM akan secara otomatis memicu kenaikan berbagai macam barang dan jasa lainnya. Kenaikan harga BBM hanya akan semakin menyengsarakan rakyat, karena kenaikan harga BBM akan berdampak secara langsung terhadap harga bahan pokok, transportasi dan kebutuhan pokok lainnya.
“Kenaikan harga BBM akan semakin memberatkan ekonomi rakyat. Sebab saat ini masih terpuruk akibat pandemi COVID-19. Sehingga kondisi ini akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah angka kemiskinan. Rakyat miskin semakin miskin, sedangkan rakyat yang hampir miskin akan benar-benar jatuh miskin,” tegas Endin.
Endin menegaskan, pihaknya menolak atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Pemerintah harus segera membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM.
Pada aksi tersebut, tampak sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kuningan termasuk Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menerima para peserta aksi dengan berdiri di atas mobil komando bersama para orator.
Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy mengaku, sejak satu bulan terakhir sudah banyak menerima aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya terkait penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Kami sudah mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan tentang isu kenaikan harga BBM. Bahkan sejak awal, DPRD Kuningan dengan seluruh fraksi yang ada sudah menyatakan menolak kenaikan harga BBM,” ungkap Nuzul.
Terlebih saat sidang paripurna Hari Jadi Kuningan, pihaknya sudah bersikap, secara tegas melalui kelembagaan menolak harga kenaikan BBM bersubsidi. Soal sejumlah gelombang aksi penolakan harga BBM, DPRD Kuningan juga menawarkan agar dapat mengawal sikap penolakan kenaikan harga BBM untuk disampaikan ke DPR RI. (Elly Said)

