Seputar Kuningan
News Slider Terkini

Ratusan Siswa di Luragung Diduga Keracunan MBG

Seputarkuningan.com – Ratusan siswa di Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan diduga keracunan makanan dari program MBG.  Bupati Kuningan D H Dian Rachmat Yanuar meminta untuk dilakukan penutupan sementara Dapur MBG usai munculnya dugaan keracunan siswa di SMAN 1 Luragung. Apalagi dari total jumlah siswa diduga keracunan mencapai 284 orang.

Jumlah itu didapat dari dua sekolah berbeda, namun dengan Dapur MBG yang sama. Apalagi, ada beberapa siswa masih mendapat perawatan intensif di RS KMC Luragung.

Berdasarkan laporan dari pihak sekolah, untuk siswa SMPN 1 Luragung itu 97 siswa tidak masuk sekolah hari ini. Kemudian dari siswa SMA itu sebanyak 103 orang yang tidak masuk hari ini. Mereka yang tidak masuk juga mengalami gejala yang sama yaitu mual dan diare.

“Kebetulan mereka makan itu saat siang kemarin (Kamis), yang kita sebetulnya juga sedang Rakor MBG kemarin siang. Jadi gejala itu rata-rata malam hari, karena diperkirakan mereka itu makan kemarin siang, ada yang tidak masuk hari ini dan yang masuk kondisinya sudah tidak baik akhirnya merasa gejala seperti itu,” jelas Dian.

Dian menyebutkan, ada 5 siswa yang kini dirawat di RS KMC Luragung. Kemudian di Puskesmas Luragung masih ada sekitar 7 siswa, dan 3 siswa sudah dipulangkan.

“Total awal ada sebanyak 84 siswa dibawa ke Puskesmas Luragung. Namun sekarang kondisinya sudah mulai membaik semuanya,” ujar Dian.

Dian juga menegaskan, menutup sementara dapur MBG terkait yang mengelola bahan makanan untuk siswa tersebut.  Sebab dua sekolah yang diduga keracunan massal siswa berasal dari Dapur MBG yang sama.

Kata Dian, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah menurunkan tim investigasi epidemiologi serta mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Barat

Dian mengatakan, program MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan juga tanggung jawab moral untuk memberikan asupan terbaik bagi generasi muda.

“Karena itu, aspek pengolahan, bahan baku, sanitasi, hingga peralatan dapur harus diawasi secara ketat,” ujar Dian.

Pemkab Kuningan memastikan akan terus melaporkan perkembangan kasus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus memperketat pengawasan dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

“Filosofi program MBG sangat mulia. Tugas kita adalah memastikan distribusi berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran sesuai arahan Presiden dan Gubernur,” ungkap Dian.

Di tempat yang sama, Gugum, Pengelola dapur MBG Luragungtonggoh menyampaikan pihaknya melayani distribusi untuk sekitar 4.000 siswa SMA, SMP, dan SMK di Luragung.

Gugum menduga penyebab keracunan berasal dari menu ayam kecap yang berkuah.

“Banyak siswa bilang kuahnya agak kental dan berlendir. Kemungkinan besar dari situ,” kata Gugum. (Elly said)

 

 

Leave a Comment