Seputarkuningan.com – Suasana bulan suci Ramadhan 1447 H di Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, terasa semakin spesial pada Kamis malam (05/03/2026). Masjid Syiarul Islam kedatangan tamu istimewa, yakni rombongan Tim V Safari Ramadhan Tingkat Kabupaten Kuningan.
Dipimpin langsung oleh Dandim 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung, kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan. Sejak pukul 19.30 WIB, masjid sudah dipadati warga yang ingin beribadah sekaligus bersilaturahmi langsung dengan para pejabat daerah.
Hadir mendampingi Dandim antara lain Danramil dan Kapolsek Pancalang, Kepala BPBD, Kadis Kesehatan, Kadis Perumahan, hingga Camat Pancalang. Kehadiran para pimpinan ini membawa pesan penting tentang sinergi antara pemerintah (Umaroh), ulama, dan masyarakat.
Menariknya, usai melaksanakan shalat Tarawih, rombongan tidak langsung pulang. Dandim didampingi Camat Pancalang menyempatkan diri meninjau kegiatan kemanusiaan berupa donor darah yang digelar di Aula Balai Desa Silebu. Sebuah aksi nyata yang menunjukkan bahwa semangat berbagi di bulan Ramadhan bisa dilakukan dalam berbagai bentuk.
Dalam momen penuh keakraban tersebut, Letkol Arh Hafda Prima Agung membagikan beberapa pesan mendalam bagi warga. Dandim mengatakan, bahwa kegiatan itu bukan hanya melaksanakan shalat tarawih saja, akan tetapi kita sedang meneguhkan kembali ikatan antar ulama, umaroh, dan umat; sebuah simpul kebersamaan yang menjadi kekuatan utama kita.
“Ramadan mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari pengendalian diri. Sebagaimana puasa melatih kita menahan hawa nafsu, pembangunan daerah pun butuh kesabaran dan kebersamaan.” kata Dandim.
Menurut Dandm, Kuningan adalah rumah besar kita. Kemajuan daerah itu tumbuh dari denyut kehidupan di desa-desa seperti Silebu ini, bukan cuma dari kebijakan di tingkat kabupaten saja.
Dandim juga mengingatkan pentingnya anggaran desa yang fokus pada penguatan ekonomi warga, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, hingga menjaga kelestarian alam.
Kegiatan rutin tahunan ini membuktikan bahwa jarak antara pemerintah dan warga bisa dijembatani melalui ibadah dan dialog yang santai namun bermakna. (Elly Said)
