Seputar Kuningan
News Slider Terkini Uncategorized

Di Demo Warga Berulang Kali, Kades Kalimanggis Kulon Akhirnya Mundur

Seputarkuningan.com – Suasana Desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis Kabupaten Kuningan memanas setelah sejumlah warga menggelar aksi  menuntut Kepala Desa (Kuwu) setempat untuk segera mengundurkan diri. Aksi ini merupakan buntut dari keresahan masyarakat atas dugaan tata kelola pemerintahan desa yang dinilai jauh dari transparan dan sarat akan penyimpangan.

Salah satu fokus utama dalam tuntutan warga adalah ketidakberesan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Warga menilai bahwa operasional BUMDes selama ini hanya bersifat seremonial tanpa memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Masyarakat Kalimanggis Kulon, Supriyatna, menyoroti kegagalan program peternakan kambing sebagai contoh konkret lemahnya manajemen desa.

“Kita lihat pengelolaan BUMDes saat ini hanya seremonial saja. Contoh nyatanya ada di program peternakan kambing. Dari 30 ekor, kemudian menyusut jadi 26, lalu 16, hingga akhirnya habis tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas kepada masyarakat,” ujar Supriyatna saat diwawancarai.

Selain masalah BUMDes, massa aksi juga mempertanyakan keabsahan pembangunan Tower 1 dan Tower 2. Warga menduga pembangunan menara telekomunikasi tersebut dilakukan tanpa izin resmi, serta mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar. mKetidaktransparanan dalam pengelolaan Dana Desa secara keseluruhan pun menambah panjang daftar kekecewaan warga.

Menurut Supriyatna, aksi turun ke jalan ini merupakan akumulasi dari ketidakpuasan warga yang merasa aspirasinya tidak didengar oleh pemerintah desa.

“Aksi ini adalah akumulasi dari kekecewaan warga yang merasa tidak mendapatkan transparansi. Kami tidak akan berhenti menuntut sampai ada kejelasan mengenai pengelolaan aset desa dan perizinan tower yang selama ini terabaikan,” tegasnya.

BACA JUGA : https://seputarkuningan.com/dana-desa-kacau-warga-kalimanggis-kulon-lapor-polisi/

Menutup pernyataannya, Supriyatna menekankan bahwa tuntutan warga bukanlah tanpa alasan. Masyarakat menginginkan reformasi tata kelola desa yang lebih sehat dan akuntabel demi masa depan desa yang lebih baik.

“Kami menuntut perubahan. Harapan kami ke depan, tata kelola desa bisa lebih transparan dan lebih baik, sesuai dengan mandat dan amanah rakyat. Seorang pemimpin harus menjadi pelayan yang pro-rakyat dalam setiap pekerjaannya,” pungkas Supriyatna.

Di tempat yang sama, Perwakilan DPMD, Kabid Pemdes, Hamdan Harismaya menyampaikan, bahwa tuntutan warga telah direspons dengan baik. Kades yang bersangkutan disebut telah menyatakan mundur secara legowo dan tidak akan lagi menjalankan aktivitas di kantor desa.

“Alhamdulillah, aksi aspirasi masyarakat berjalan lancar dengan hasil yang baik. Kuwu sudah menyatakan mundur, dan kami langsung melakukan konsolidasi untuk langkah lanjutan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kecamatan akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) kepala desa untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Selain itu, proses pemberhentian resmi akan diajukan kepada pimpinan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga sedang menunggu penunjukan pejabat definitif. Sementara, Plt akan segera ditunjuk agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga menyoroti persoalan pelayanan desa yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di sejumlah wilayah. Keluhan masyarakat terkait jam pelayanan yang tidak optimal menjadi perhatian serius.

“Kami tekankan kepada seluruh perangkat desa, pelayanan di balai desa harus berjalan sesuai jam kerja. Tidak boleh ada kantor desa yang tutup sebelum waktunya,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan serupa tidak hanya terjadi di satu desa, melainkan juga ditemukan di beberapa desa lain. Oleh karena itu, pihak kecamatan membuka ruang pengaduan bagi masyarakat.“Kalau ada pelayanan yang tidak sesuai, masyarakat bisa langsung melapor ke kecamatan,” imbuhnya.

Ke depan, seluruh elemen masyarakat Desa Kalimanggis diharapkan dapat kembali bersatu dan fokus membangun desa.

“Mari kita tatap ke depan dengan semangat yang sama untuk memajukan desa secara bersama-sama,” pungkasnya. (Elly Said)

 

Leave a Comment