Seputarkuningan.com – Di Polres Kuningan ada sosok Polisi Wanita (Polwan) yang sejak lama suka menyisihkan sebagian rejekinya untuk berbagi dengan sesama. Bahkan, di balik sosoknya sebagai wanita, polwan tersebut mampu melakukan hal yang luar biasa. Dihadapkan dengan urusan laka lantas, tidak membuat sosok polwan ini ciut dalam menjalani tugasnya. Sosok itu adalah Ipda Sri Martini yang sering membantu warga yang kurang mampu dan anak yatim.
Mungkin bagi masyarakat biasa tidak banyak yang mengenal Ipda Sri Martini, akan tetapi kehadirannya mampu memberikan semburat senyum bagi warga yang kurang mampu ketika sosok ini hadir. Kini, Ipda Sri Martini menjabat sebagai Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan. Satu-satunya sosok perempuan yang menjabat sebagai kepala unit. Di kalangan jajaran kepolisian Resor Kuningan, sosok ini sudah banyak dikenal dengan baik bahkan dikagumo oleh anggota di unit yang dipimpinnya.

Di sela-sela kesibukannya menjadi anggota polri, Ipda Sri Martini selalu menyempatkan diri membantu anak-anak yatim dan kaum dhuafa, bahkan urusan bantu membantu sering dilakukannya sendiri. Ipda Sri Martini mengaku dana yang dihasilkan sebagian menyisihkan rejeki dari gaji yang diterimanya, sebagian lagi dari hasil dari patungan anggota di Unit Gakkum. Bahkan, Ipda Sri Martini tidak enggan blusukan ke pelosok kampung untuk menyalurkan bantuan.
Menurutnya, apa yang dilakukannya selama ini bukan untuk mencari popularitas atau sensasi. Tapi sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya. Ia selalu menyisihkan rejeki yang dimilikinya karena bagaimanapun ada sebagian dari rejekinya adalah hak orang lain. Hal yang rutin dilakukannya adalah setiah hari Jum’at, dirinya akan berkeliling untuk membagikan sembako kepada yang membutuhkan. Tidak hanya itu, Ipda Sri Martini kadang kala langsung mendatangi rumah-rumah kaum dhuafa yang membutuhkan meski berada di pelosok.

Seperti yang dilakukannya pada Jum’at Berkah Kemarin, Ipda Sri Martini mendatangi rumah warga yang kurang mampu di Desa Cikeusal Kecamatan Cimahi. Rutinitas yang dilakukannya tersebut dilakukan tanpa mengganggu jam dinasnya karena dirinya mencari waktu yang luang untuk menyerahkan langsung bantuan kepada warga yang membutuhkan.
“Saya lahir dan dibesarkan dalam lingkungan sederhana, jadi berbuat untuk membantu sudah menjadi panggilan jiwa saya,” ujar Ipda Sri Martini.
Perwira ini kembali menyampaikan, bahwa prinsip yang ia pegang adalah berbuat baiklah sebanyak-banyaknya, namun jangan pernah sedikitpun untuk melakukan keburukan apalagi kezaliman terhadap kaum dhuafa.
“Pangkat dan jabatan tidak ada yang abadi, kaena itu selagi diberi kesehatan dan umur panjang oleh Allah SWT manfaatkanlah semaksimal mungkin untuk memberi manfaat bagi orang lain dan sekitarnya yang masih membutuhkan kita,” ungkap ibu dua anak tersebut. (Elly Said)
