Seputarkuningan.com — Program Saung Rahayat 2025 kembali digelar sebagai bagian dari pengembangan komunitas (Community Development/COMDEV) Universitas Prasetiya Mulya, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Tahun ini, kegiatan akan terselenggara pada 21 Desember 2025 di Taman Pandapa Pramarta, dengan target kunjungan mencapai 9.924 orang.
Program Saung Rahayat merupakan bentuk pengabdian berbasis riset dan pendampingan, yang selama ini ditujukan untuk mendorong kemajuan usaha lokal, penguatan identitas daerah, serta perluasan jejaring UMKM. Tahun 2025, program ini melibatkan 75 kelompok UMKM, 10 kelompok desa, 1 kelompok industri, 1 kelompok komunitas, dan 1 kelompok kabupaten.
Selain fokus pengembangan ekonomi masyarakat, Saung Rahayat 2025 juga mengangkat nilai budaya lokal. Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas seni dan budaya Kuningan — seperti kesenian karinding dan tari batik — program ini bertujuan menjaga kelestarian budaya daerah sekaligus memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.
Saung Rahayat tidak hanya menjadi ruang promosi UMKM, tetapi juga wadah bagi komunitas dan kelompok masyarakat untuk mengekspresikan budaya, hobi, aktivitas fisik, hingga kebugaran jasmani.
Dengan mengusung tema “Baraya: Bareng Rahayat Aya Raharja”, program ini berharap dapat memperkuat tali persaudaraan antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan Universitas Prasetiya Mulya. Tema tersebut mencerminkan harapan bersama mengenai pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan identitas budaya dan kebersamaan sosial.
Melalui kegiatan ini, Saung Rahayat juga ingin menghadirkan wajah baru Kuningan di mata publik: daerah yang kreatif, terbuka, dan berdaya saing.
Acara Saung Rahayat 2025 dijadwalkan berlangsung sehari penuh dengan rangkaian kegiatan UMKM, pameran produk, gelar budaya, penampilan seni, hiburan masyarakat, permainan tradisional, hingga kegiatan kebugaran.
Penyelenggara berharap event ini menjadi momentum bagi UMKM untuk berkembang lebih mandiri, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Kuningan sebagai daerah kaya budaya dan potensi ekonomi kreatif.(Elly Said)
