Seputar Kuningan
News Slider Terkini

Sindir Bupati Kuningan, Ketua PM Sebut Angka Kemiskinan dan Penganguran Masih Tinggi


Seputarkuningan.com – 
Kabupaten Kuningan  belum keluar dari lingkaran kemiskinan bahkan ditambah dengan tingkat pengangguran yang terbilang masih cukup tinggi. Bupati Kuningan. Persentase orang miskin sebesar 13,10 persen, tingkat pengangguran terbuka 11,68 persen, serta total produksi barang dan jasa masyarakat di Kuningan hanya Rp 17,483 triliun. Angka tersebut paling rendah kedua sewilayah Jabar setelah Pangandaran, ditambah lagi pendapatan per kapita masyarakat Kuningan terendah ketiga di Jabar.   

Hal ini diungkapkan Ketua Pemuda Muhammadiyah, Sadam Husen dalam keterangan persnya, Kamis (8/9/2022).

Menurut Sadam, mestinya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Bahkan komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi di masyarakat dianggap tidak berjalan efektif. Sebab saat ini, kondisi ekonomi dan tingkat pengangguran di Kuningan memprihatinkan.

Mestinya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Bahkan komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi di masyarakat dianggap tidak berjalan efektif.

“Jadi apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Pemkab Kuningan selama ini. Kami teramat prihatin melihat fenomena hari ini, sekaligus bertanya-tanya sebenarnya ke mana arah pengelolaan distribusi APBD selama ini, ke mana arah pemulihan ekonomi daerah,” tandas Sadam.

Dirinya melihat, jika perekonomian suatu daerah biasanya ditentukan oleh tiga hal. Beberapa di antaranya yakni kekayaan tanah, kedudukan terhadap daerah lain dalam lingkungan regional ataupun nasional, serta sikap dan kecakapan rakyatnya serta cita-citanya.

“Maka dari ketiga hal itu semuanya ada, nampak dan sangat jelas wujudnya di Kabupaten Kuningan. Kekayaan tanah dengan hamparan Gunung Ciremai mencerminkan kekokohan potensi kekayaan tanah kita, kedudukan terhadap daerah lain yang paling terlihat jelas yakni keberadaan sumber air minum yang cukup besar. Sehingga beberapa daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Kuningan sangat bergantung sekali,” ujar Sadam.

Kemudian yang terakhir, kata Sadam, yaitu mengenai cita-cita masyarakat Kuningan. Apalagi Kuningan dikenal dengan kabupaten rantau, sebab banyak masyarakat yang merantau ke luar kota.

“Lagi-lagi ini cerminan dari mental rakyat yang memiliki cita-cita kuat untuk berkembang dan maju. Ketiga aset besar ini justru malah memunculkan suasana ekonomi masyarakat yang sekarat. Angka miskin menjadi miskin ekstrem melaju cepat, secepat angka naiknya kekayaan orang kaya yang semakin kaya. Ke mana arah pinunjul visi misi bupati, ke mana arah penyerapan kebutuhan barang dengan nilai kurang lebih Rp 24 miliar/bulan dana BPNT, ke mana arah dan dampak Tour de Linggarjati yang digaungkan sebagai promosi kearifan lokal kuningan. Lalu ke mana pula arah dibukanya keran perijinan toko modern yang berperan makin mempersulit pedagang ritel lokal untuk bertahan,”beber Sadam.

Pihaknya menekankan, Bupati Kuningan dapat segera memperbaiki kinerja dengan sisa waktu masa jabatan. Sehingga dapat mengembalikan arah kebijakan distribusi politik anggaran untuk kepentingan masyarakat luas.

“Catatan tambahan kami, bahwa politik perekonomian yang praktis perlu dilakukan Bupati Kuningan dalam sisa jabatan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat. Segera memperbaharui tenaga kerja produktif, pekerjaan ini berat dan sukar, tetapi wajib didahulukan dari segala-galanya. Sebab pembaharuan tenaga produktif itulah dasar pembangunan ekonomi,” pungkas Sadam. (Elly Said)

Leave a Comment