Seputar Kuningan
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar
News Slider Terkini

Buntut Meninggalnya Bayi Di RSUD Linggajati, Polisi Panggil Dokter Kandungan

Seputarkuningan.com – Polres Kuningan telah memeriksa empat orang saksi dari RSUD Linggajati terkait kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan seorang bayi meninggal dunia. Penyelidikan tersebut dimulai sejak awal Juli 2025, setelah kasus ini ramai diberitakan dan menarik perhatian publik.

“Terkait kasus yang sedang viral di RSUD Linggajati, kami sudah lakukan penyelidikan, sudah tiga orang diperiksa, dan kemarin (Senin-Red) dokter spesialis kandungan juga telah dimintai keterangan. Sejak awal Juli sudah kami mulai periksa, sampai hari ini masih berjalan,” kata Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar kepada awak media, Selasa (15/7/2025).

Keempat saksi tersebut berinisial ES, RI, Y yang merupakan  dokter di RSUD Linggajati dan seorang bidan berinisial FI.

“Untuk hasil pemeriksaan masih dalam ranah penyelidikan, tentunya setiap perkembangan akan disampaikan pada korban dan semua yang terlibat kami akan lakukan pemeriksaan di mana dokter jaga, dokter yang menangani pasien, itu kita semua akan melakukan pemeriksaan. Ini terkait dengan prosedur SOP dan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pihak rumah sakit,” ujar Kapolres.

Kapolres Kuningan saat menerima Tim Hotman Paris 911 dan keluarga pasien

Kapolres Kuningan juga menerima kehadiran korban bersama kuasa hukumnya untuk membuat laporan tentang kasus yang sedang dialami.

“Kami sampaikan rasa empati terkait kasus ini. Semoga korban segera pulih dari rasa sakit dan rasa kehilangan. Kemudian pada hari ini juga kami sudah menerima kehadiran korban dengan didampingi kuasa hukum untuk membuat laporan polisi di Polres Kuningan. Tentunya kita senang menerima kedatangan dari korban untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup Kapolres.

Sebelumnya,  kasus ini bermula saat Andi membawa istrinya, Irmawati, ke RSUD Linggajati pada Sabtu (14/6/2025) pukul 23.00 WIB. Irmawati saat itu mengalami pecah ketuban. Hal ini telah dikonfirmasi lebih dulu oleh bidan desa di Perumahan Gandasoli. Setibanya di UGD RSUD Linggajati, Andi mengaku sudah menjelaskan bahwa kondisi istrinya gawat darurat dan butuh penanganan segera. Namun, menurutnya, tidak ada respons sigap dari pihak rumah sakit. Istrinya hanya diberi obat pereda nyeri dan belum ada persiapan tindakan medis.

“Rekomendasi dari bidan sudah kami tunjukkan. Tapi tetap saja tidak langsung ada tindakan. Padahal ketuban istri saya sudah pecah sejak di rumah,” kata Andi dalam pernyataannya. Menurut Andi, sejak Sabtu malam hingga Senin pagi, belum ada tindakan operasi. Hingga akhirnya, operasi sesar dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB pada Senin (16/6/2025), atau sekitar 33 jam setelah kedatangan. Saat bayi dilahirkan, menurutnya, bayi telah meninggal dunia. (EllySaid)

Leave a Comment