Seputarkuningan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar kegiatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) melalui apel sinergitas, penggeledahan blok hunian, hingga tes urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret memperkuat pengawasan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
Pelaksanaan razia gabungan ini diikuti langsung oleh Kalapas Kelas IIA Kuningan, jajaran pejabat struktural, staf, Regu Pengamanan, serta Tim Patnal Lapas Kuningan. Penjagaan dan pemeriksaan turut diperkuat oleh 15 personel Polres Kuningan, 15 personel Koramil 1501 Kuningan, anggota Subdenpom III/3-6 Kuningan, dan 6 personel BNNK Kuningan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas instansi. Usai apel, tim gabungan bergerak menyisir sejumlah blok dan kamar hunian warga binaan secara menyeluruh dan terukur dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku.
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan adanya narkotika maupun ponsel (handphone). Namun, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang lainnya seperti sendok besi, botol parfum kaca, gelas kaca, serta mangkuk kaca yang berpotensi memicu gangguan kamtib. Seluruh barang temuan langsung didata untuk ditindaklanjuti.
Selain penggeledahan, Lapas Kelas IIA Kuningan juga menggelar tes urine acak kepada sejumlah warga binaan guna memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. Seluruh proses kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif.
“Deteksi dini menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib. Melalui penggeledahan dan tes urine, kami berupaya mencegah masuk maupun beredarnya barang-barang terlarang. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum agar pengawasan berjalan optimal,” ujar Eries.
Dukungan penuh juga disampaikan pihak BNNK Kuningan melalui Ketua Tim Pemberantasan, Ade Mochamad Friadi, S.E. Pihaknya mengapresiasi penurunan jumlah temuan barang terlarang pada razia kali ini.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Dari hasil razia, terlihat jumlah barang terlarang yang ditemukan berkurang dibanding razia sebelumnya—ini indikator yang sangat baik. Semoga sinergitas antara BNNK dan Lapas Kuningan terus diperkuat dalam menjaga keamanan serta mencegah penyalahgunaan narkotika,” ungkap Ade. (Elly Said)

