Seputarkuningan.com – Sebanyak 29 siswa di Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (14/09/2026).
Dari total korban, 28 orang merupakan pelajar SMPN 2 Ciwaru dan satu lainnya adalah siswa sekolah dasar (SD). Para siswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Ciwaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi puluhan siswa ini menyita perhatian Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, yang langsung meninjau penanganan medis di Puskesmas Ciwaru dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan, Edi Martono, dan Kepala Puskesmas Ciwaru, Yuyu Yuningsih.
Yuyu Yuningsih menyatakan bahwa seluruh siswa telah ditangani dengan baik dan kondisinya kini terkendali. Kendati demikian, pihak medis masih mengobservasi para pasien dan meneliti sampel makanan.
“Kondisi pasien dapat ditangani dengan baik. Mengenai dugaan keracunan menu makanan, kami masih melakukan observasi hingga 14 hari ke depan untuk memastikan jenis makanan yang diduga menjadi penyebabnya,” ujar Yuyu.
Diketahui, sajian paket MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari ayam katsu, tumis brokoli, buah melon, dan tahu. Sampel dari menu tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.
Bupati Dian menyayangkan terjadinya insiden ini. Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif yang sangat baik dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga kualitas serta keamanannya harus benar-benar terjaga.
“Saya sangat menyayangkan terjadinya dugaan keracunan ini. Program dari Bapak Presiden Prabowo ini sangat bagus, jangan sampai justru merugikan masyarakat,” tegas Dian.
Bupati menginstruksikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dijabat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan untuk memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah tegas akan diambil agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kuningan, Edi Martono, menjelaskan bahwa penyelidikan mencakup berbagai kemungkinan, mulai dari kontaminasi bakteri, kebersihan alat masak, hingga kondisi fisik awal para siswa.
“Semuanya masih dalam penyelidikan laboratorium. Menu ayam katsu, sayur brokoli, buah melon, dan tahu sedang diperiksa secara mendalam,” terang Edi.
Hasil pengujian laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu 14 hari dan akan menjadi bahan evaluasi utama pelaksanaan program MBG di Kuningan. Edi pun berharap seluruh siswa yang dirawat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. (Elly Said)

