Seputar Kuningan
Pemerintahan Slider Terkini

Perketat Pengawasan Program Nasional, Satgas MBG Dirombak

Seputarkuningan.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan terpenuhinya asupan gizi bagi anak-anak di wilayah Kabupaten Kuningan. Sebagai wujud langkah konkret, Pemkab membentuk Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (Satgas P3MBG) tingkat kabupaten yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Kuningan, U. Kusmana.

Evaluasi Awal dan Keputusan Strategis

Mengawali tugasnya, Sekda melakukan evaluasi internal terhadap kinerja Satgas. Evaluasi tersebut menghasilkan beberapa keputusan strategis untuk meningkatkan efektivitas sekaligus memastikan respons cepat terhadap dinamika pelaksanaan MBG di lapangan.

Salah satu keputusan penting adalah rencana revisi komposisi personalia Satgas dalam SK Bupati Kuningan Nomor 400.7.13.14/KPTS 1083-Bappeda/2025. Susunan terbaru akan melibatkan lebih banyak perangkat daerah, instansi vertikal, unsur pendidikan, serta lembaga yang terlibat langsung dalam implementasi MBG. Reformulasi komposisi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Pembentukan Satgas Wilayah untuk Respons Cepat

Pemkab juga akan membentuk Satgas Wilayah yang beranggotakan Camat, Danramil, Kapolsek, Korwil Pendidikan, serta Kepala Satuan Pendidikan. Keberadaan Satgas Wilayah diharapkan mampu mempercepat identifikasi masalah sekaligus memperkuat pengawasan di tingkat kecamatan hingga sekolah.

Setiap wilayah juga diwajibkan menyiapkan hotline khusus pengaduan bagi masyarakat terkait pelaksanaan program MBG. Mekanisme pelaporan ini diharapkan dapat memastikan penanganan cepat terhadap setiap kendala di lapangan.

Penguatan Keamanan Pangan

Dari aspek kesehatan, seluruh SPPG di Kabupaten Kuningan diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan pegawai yang terlibat langsung dalam pengolahan dan penyaluran makanan. Pemeriksaan ini dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.

Koordinator SPPI Wilayah Kabupaten Kuningan, Nissa Rachmi F., S.Gz., menilai langkah tersebut sangat tepat.

“Tentu kami sangat mendukung langkah tersebut,” ujarnya. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini selaras dengan arah kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus wujud perhatian terhadap relawan di lapangan.

Pandangan Akademisi: Dampak Jangka Panjang

Cendekiawan Kuningan sekaligus Sekretaris ICMI Orda Kuningan, Dede Awaludin, M.Pd., menilai bahwa dampak nyata Program MBG baru akan terlihat beberapa tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang sehat untuk menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui MBG, generasi muda juga diajarkan tentang nilai berbagi,” tulisnya dalam pesan singkat.

Harapan Pemkab

Dengan berbagai langkah penguatan tersebut, Pemkab Kuningan berharap Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan hampir satu tahun dapat terus memberikan layanan terbaik bagi seluruh penerima manfaat. Menu yang tersaji diharapkan semakin memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan tidak menimbulkan ekses yang merugikan masyarakat.

(Tatang B)

Leave a Comment