banner 325x300
SliderSosial BudayaTerkini

Lapas Kuningan Jalankan Program Kemandirian Bagi Warga Binaan

113
×

Lapas Kuningan Jalankan Program Kemandirian Bagi Warga Binaan

Sebarkan artikel ini


Seputarkuningan.com – 
Pembinaan kemandirian merupakan bekal awal yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mempersiapkan manusia yang siap terjun dalam masyarakat. Lapas Kelas IIA Kuningan melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian bagi WBP diberbagai bidang. Pembinaan  tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani Warga Binaan Pemasyarakatan.

Advertisement
banner 325x300
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pembinaan kemandirian merupakan pembinaan tahap lanjutan, di mana WBP yang telah selesai pembinaan tahap awal, kemudian mengikuti tahap pembinaan lanjutan berdasarkan hasil sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

“Pembinaan kemandirian mencakup program pendidikan keterampilan dan bimbingan kerja. Pada aktivitas pembinaan ini, narapidana dikembangkan akan potensi, bakat dan minat yang dimiliki. Pengembangan ini ditujukan agar narapidana lebih memiliki skill dan lebih mengikuti akan perkembangan pengetahuan dan dapat diketahui kehidupan di Rutan/Lapas. Pembinaan kemandirian narapidana dengan tujuan pemasyarakatan,” jelas Kalapas Kuningan, Kurnia Panji Pamekas kepada awak media, Rabu (3/5/2023).

Selama mengikuti program pembinaan kemandirian, lanjut Panji, WBP diberikan keterampilan kerja, latihan kerja dan produksi. Lapas menyediakan sarana dan pra sarana bagi WBP untuk menyalurkan minat dan bakatnya sehingga meskipun di dalam Lapas, dapat meningkatkan nilai hidupnya.

“Pembinaan kemandirian ini bertujuan untuk memberikan kemampuan WBP yang terampil di bidang tertentu, sehingga sebagai bekal untuk kembali hidup di masyarakat ketika selesai menjalani masa pidana,” kata Panji.

Kegiatan Pembinaan Kemandirian di Lapas Kelas IIA Kuningan antara lain, Peternakan. Lapas Kelas IIA Kuningan memiliki berbagai jenis peternakan yang ada dilingkungan Lapas seperti kambing, Selain itu Lapas Kelas IIA Kuningan juga mempunyai Lapas Terbuka (opencamp) Palutungan, yang dimana Lapas Terbuka ini adalah tempat untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kuningan yang telah memenuhi syarat untuk asimilasi, mendapatkan haknya dalam hal pembinaan kemandirian di bidang peternakan sapi perah. Mereka dilatih bagaimana cara mengurus sapi perah dan hasil dari produksi susu sapi perah Lapas Kelas IIA Kuningan ditampung oleh Pihak Ke-3 bekerjasama dengan KSU Karya Nugraha Jaya. (Elly Said)


Selain itu juga ada pertanian, Sebagai bentuk keseriusan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan dalam menjaga ketahanan pangan dalam bidang pertanian sekaligus memanfaatkan lahan kosong yang ada, Lapas Kuningan melalui Seksi Kegiatan Kerja menanam beberapa sayuran dan buah-buahan seperti Anggur, Kangkung, Sawi, Terong, dll.


Ada juga anyaman kursi rotan sintetis, Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan mendapat keterampilan berupa pembuatan kursi rotan sintetis dengan hasilnya sudah rutin di ekspor ke luar negeri. Dari jumlah kursi yang dibuat, warga binaan mendapat premi sesuai dengan aturan yang ada. Lapas Kuningan bekerjasama dengan PT. Silcane Cirebon untuk pengiriman hasil produksi, serta penerimaan bahan baku kursi anyaman rotan sintetis.


Ada juga Cucian Kendaraan, Jasa cuci kendaraan ini di kerjakan oleh WBP Lapas Kelas IIA Kuningan yang menjadi wadah untuk membina dan mendidik WBP. Dengan adanya sarana asimilasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan yang dapat digunakan nanti ketika telah selesai menjalai masa pidana.


Dan yang terakhir pangkas Rambut, Lapas Kelas IIA Kuningan memiliki program pembinaan dalam bidang pangkas rambut. Program ini memberikan sarana dan prasarana untuk meningkatkan keterampilan warga binaan dalam memotong rambut. Selain untuk bekal keterampilan warga binaan agar memiliki pekerjaan saat sudah selesai menjalani masa hukuman, tetapi program ini dapat menjadi alternatif untuk mengatasi rambut para warga binaan yang kurang rapih.

Tinggalkan Balasan