Seputar Kuningan
News Slider Terkini

Hingga Juli, BPBD Kuningan Catat 175 Kejadian, Korban Jiwa 3 Orang


Seputarkuningan.com – 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat sudah 175 kejadian bencana alam sepanjang Januari hingga Juli 2022 dan menelan korban jiwa sebanyak 3 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan, untuk saat ini status siaga yang dihadapi adalah darurat kekeringan, kebakaran hutam dan lahan. Hanya saja, kondisi cuaca yang tidak menentu seperti yang disampaikan oleh BMKG maka yang dihadapi saat ini adalah kemarau basah.

“Kemarau basah ini masih diprediksi akan terjadi hujan hingga Agustus mendatang. Meskipun intensitas hujan mulai menurun namun tetap akan terjadi hujan. Tidak lama tapi cukup lebat,” ujar Indra kepada awak media, Rabu (6/7/2022).

Untuk kebencanaan di Kabupaten Kuningan, lanjut Indra, selama periode Januari hingga Juli 2022 sudah terjadi sekitar 175 kejadian. Paling mendominasi adalah tanah longsor sekitar 70 persen.

“Ada beberapa korban jiwa seperti orang hanyut, tersambar petir, tertimbun longsor, dan tertimpa pohon tumbang. Hanya disampaikan kepada petugas itu pasca kejadian, misalnya tersambar petir informasi yang diterima itu setelah satu hari usai kejadian,” ungkap Indra.

Termasuk orang tertimbun tanah longsor, pihaknya mendapat informasi musibah itu setelah satu hari korban ditemukan warga. Saat korban sudah ditemukan akibat tertimbun longsor, petugas baru mendapatkan laporan dari warga.

“Tapi kita tetap datang ke lokasi untuk melakukan kaji cepat. Kita membantu keluarga korban, setidaknya memberikan dukungan materil maupun moril,” kata Indra.

Pada kejadian kebencanaan tersebut, BPBD mencatat jumlah korban akibat kejadian bencana sebanyak 3 orang. Untuk orang hanyut, hal itu dimungkinkan akibat tidak dapat berenang dan tidak termasuk faktor kebencanaan.

“Kemudian yang perlu di antisipasi pula,  ternyata dengan adanya siklus kemarau basah, prediksi hujan itu tetap masih di bulan September. Namun kemarau dan hujan juga berpotensi terhadap kebencanaan, hanya di Kuningan identik dengan bencana longsor sehingga kita lebih antisipasi terkait siaga darurat hidrometeorologi,” ujar Indra.

Indra menyebut, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG jika September memasuki musim penghujan. Sehingga rentang waktu musim kemarau sekarang akan lebih pendek.

“Kita pantau setiap saat informasi dari BMKG, sebagai bahan untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tetap siaga,” pungkas Indra. (Elly Said)

Leave a Comment