Seputarkuningan.com – Spanduk penolakan terhadap anies Baswedan dengan tulisan “Masyarakat Kuningan Bersatu, Menolak Anies Baswedan, Jualan Ayat dan Agama, Bukan dengan Program Membangun Bangsa” yang terpasang di pinggir Jalan Raya perbatasan Kuningan-Cirebon tepatnya Desa Sampora Kecamatan Cilimus merupakan bentuk provokasi memasuki tahun politik.
Salah seorang anggota Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (Apik) juga sebagai Ketua Gerakan Kita Kuningan, Ikhsan Marzuki, menemukan spanduk berkonten provokatif ini.
Sontak, melihat terbentangnya spanduk tersebut di pinggir jalan raya, Ikhsan langsung beraksi mencopotnya.
“Saya kebetulan lewat jalan Sampora dan menemukan spanduk seperti ini. Model spanduk seperti inilah spanduk yang mencoba memecah belah dan bersifat hoax,” ungkapnya pada video yang beredar di beberapa group media percakapan Warganet Kuningan, Rabu (28/12/2022).
Pada video tersebut, Ikhsan meminta kepada pihak yang mengatasnamakan Masyarakat Kuningan Bersatu (seperti yang tertulis pada spanduk itu) untuk bisa berdiskusi terkait program membangun seperti apa yang dimaksud pada spanduk itu.
“Saya Ikhsan Marzuki dari APIK dan Gerakan Kita, alamat jelas, Saya tunggu di Jalan Jenderal Sudirman nomor 5 Kuningan, ok kita amankan,” ujar Iksan seraya mencopot spanduk yang dibentangkan di antara pepohonan pinggir jalan ini.
Ikhsan meminta kepada aparat penegak hukum di tiap tingkatan, untuk segera pro-aktif jika menemukan hal-hal yang sekiranya (akan) bermasalah di masyarakat.
Iksan pun lanjut melipat spanduk tersebut dan membawanya ke mobil.
Saat dikonfirmasi, Ikhsan membenarkan upaya pencopotan spanduk yang dinilainya provokatif tersebut.
“Barang bukti ini akan kami bawa ke polsek setempat agar aparat proaktif meminimalisir potensi konflik akibat spanduk provokatif ini,” tegas Iksan. (Elly Said)

