Seputarkuningan.com – Pengelola Obyek Wisata Woodland dituding copy paste usai menggelar acara Color Run pada tanggal 18 Juni 2022 lalu. Tudingan tersebut mencuat paska event Color Run di Woddland digelar. Salah seorang pengelola obyek wisata lain di Kuningan, menuding bahwa acara Color Run yang dilaksanakan oleh Woodland adalah hasil copy paste dari kegiatan yang pernah dilakukan oleh obyek wisata lain.
Pernyataan pengelola obyk wisata lain itu diposting di status WA dan medsos pribadinya. Sontak hal ini membuat pengelola Obyek Wisata Woodland angkat bicara.
Dalam keterangan persnya, Ferry Wurangian, pengelola Obyek Wisata Woodland yang didampingi Pengurus Paguyuban Pengelola Destinasi Wisata Kuningan (Dewiku) membantah tudingan tersebut. Menurut Ferry, acara Color Run sudah dimulai sejak tahun 2015 yang diselenggarakan oleh salah satu bank di Kuningan. Bahkan, dirinya yang juga owner dari salah satu media online di Kuningan pernah melaksanakan event yang sama di tahun 2016.
“Saya selaku pengelola tempat Wisata Woodland tentu saja keberatan dengan adanya postingan tersebut. Menurut saya, kata-kata pada postingan tersebut menyudutkan saya dengan kata-katanya yang tidak benar,” ungkap Ferry kepada awak media saat menggelar jumpa pers di Zam zam Pool, Sabtu (25/6/2022).
Ferry menjelaskan, pada saat ulang tahun ke-3 Obyek Wisata Woodland mengadakan acara Color Run di tempat wisatanya. Namun, kemudian salah seorang pengelola obyek wisata lain memposting terjait kegiatan Color Run Woodland yang dianggap hasil copy paste.
Ferry beranggapan, jika pelopor even Color Run di Kuningan sebetulnya adalah BRI yang pernah mengadakan di tahun 2015. Jadi apa yang dikatakan dalam postingan milik salah satu pengelola wisata wahana air di Kuningan, itu tidak benar.
“Kita ini dianggap tidak punya ide, hanya bisa copy paste, itu semua tidak benar. Saya hanya ingin meluruskan apa yang dikatakan itu tidak benar, intinya saya hanya ingin semua bisa bersama-sama demi kemajuan wisata di Kuningan,” ujar Ferry.
Bahkan Ferry mengaku, telah berusaha untuk menemui langsung pihak yang bersangkutan namun gagal. Upaya ini dilakukan agar mendapat kejelasan langsung terkait postingan yang dipersoalkan.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengelola Destinasi Wisata Kuningan, Abidin, menambahkan, Color Run tidak ada dalam UU Hak Cipta. Bahkan Color Run sebetulnya diperkenalkan oleh negara India melalui ritual keagamaan.
“Sehingga cukup menarik jika diadopsi di Indonesia dalam memeriahkan setiap momentum. Ini kan sebuah inovasi dan kreasi yang bisa diterapkan di setiap objek wisata, silahkan saja. Justru ini sebuah seni, jadi bukan membajak hak cipta orang,” ujar Abidin.
Dia melihat, persoalan yang terjadi mungkin saja hanya salah paham dan perlu diluruskan. Jangan sampai terjadi kegaduhan, apalagi semuanya merupakan pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata.
“Kita warga Kuningan, usaha di Kuningan, kita bentuk sebuah harmonisasi agar tidak terjadi kegaduhan. Apalagi kita sempat prihatin saat Corona membuat tempat wisata tutup, sekarang mari bersama-sama membuat kemajuan untuk wisata di Kuningan,” pungkas Abidin. (Elly Said)

