Seputarkuningan.com – Geger kasus perundungan terhadap seorang bocah berusia 12 tahun yang terjadi di Kabupaten Kuningan viral di media sosial dan grup whatsapp. Maraknya kejadian perundungan terhadap pelajar , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaen Kuningan, Uu Kusmana, angkat bicara. Pejabat Eselon II yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini merasa prihatin dengan maraknya kasus perundungan.
“Tentunya saya juga kaget ketika mengetahui adanya kejadian tersebut. Atas nama kedinasan dan pemerintah Kabupaten Kuningan kami menyampaikan rasa prihatin yang sedalam-dalamnya dengan adanya perundungan ini. Dan juga sangat disesalkan, kejadian perundungan ini terjadi dimana-mana dan sekarang terjadi di Kuningan. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar Kadisdikbud Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, saat dikonfirmasi, Senin (2/10/2023).
Usai menerima informasi tersebut, kata Uu, dirinya langsung memerintahkan Kabid SMP untuk mengecek kebenarannya dan mendampingi korban. Menurut Uu, korban merupakan salah seorang siswa dari salah satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada di Cigugur.
BACA : https://seputarkuningan.com/viral-bocah-12-tahun-jadi-korban-perundungan-polisi-amankan-pelaku/
“Korban bukan merupakan siswa SMP, hanya saja korban tercatat sebagai siswa PKBM di Cigugur yang sedang mengikuti kejar paket B,” kata Uu.
Sedangkan yang pelaku sudah tidak sekolah lagi. Menurut Uu, kasus tersebut sedang berproses dan ditangani oleh Polres Kuningan.
Dengan adanya kejadian tersebut, kata Uu, pemerintah daerah kembali mengingatkan kepada seluruh steakholder Pendidikan dan orang tua agar betul-betul mengawasi anak-anak agar tidak menjadi korban maupun pelaku.
“Tidak hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tidak hanya tanggung jawab guru saja. Tentunya peran orang tua maupun lingkungan sangat menentukan. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semua,” ujar Uu.
Menurut Uu, bahwa Pendidikan itu harus berkarakter terkait dengan moral dan sikap. Dan hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab guru saja tapi semua pihak turut bertanggung jawab.
“Nanti mungkin kita akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Pak Bupati, Pak Wabup dan Pak Sekda. Apakah akan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah dan juga masyarakat terkait hal ini atau seperti apa langkah kita selanjutnya,” tutup Uu. (Elly Said)

