Seputarkuningan.com – Ketegangan antar suporter sepak bola kembali mencuat di Kabupaten Kuningan, namun berhasil diredam melalui jalur mediasi yang difasilitasi aparat kepolisian.
Polres Kuningan menggelar mediasi antara perwakilan pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta menyusul terjadinya gesekan antar suporter di wilayah Kuningan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (11/5/2026) pukul 13.00 hingga 15.09 WIB di ruang rapat Gedung Tatag Trawang Polres Kuningan.
Mediasi ini dihadiri sejumlah pejabat kepolisian, serta unsur TNI. Turut hadir pula perwakilan berbagai komunitas suporter seperti Viking Distrik Kuningan (VDK), The Jack Mania Kuningan, Bobotoh Kuningan (BOBOKU), hingga komunitas suporter lainnya.
Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiono mengatakan, pentingnya menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami percaya setiap pelaksanaan nonton bareng selama ini berjalan aman dan kondusif. Namun kejadian kemarin harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Perbedaan dukungan jangan dijadikan sebagai masalah besar, mari kita tetap rukun dan menjaga situasi tetap damai,” ujar AKP Mugiono dalam keterangan persnya, Selasa (12/5/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa besarnya basis massa kedua kelompok suporter rawan dimanfaatkan pihak tertentu.
“Viking dan The Jak Mania ini komunitas besar. Sangat mudah bagi pihak luar untuk menyusupi dan mengadu domba. Karena itu jadilah suporter yang bijak dan tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, AKP Mugiono mengajak seluruh suporter untuk memberikan dukungan positif demi kemajuan sepak bola nasional.
“Mari kita dukung tim kebanggaan masing-masing dengan cara yang baik, sehingga bisa menciptakan suasana positif dan berdampak pada kualitas persepakbolaan Indonesia. Jaga kondusivitas, jaga nama baik Kuningan dan bangsa ini,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Sat Reskrim Polres Kuningan memastikan proses hukum tetap berjalan terhadap kasus yang terjadi, dengan memeriksa korban serta saksi-saksi. Namun, penyelesaian melalui pendekatan restorative justice juga terbuka apabila kedua belah pihak sepakat.
Dari hasil mediasi, disepakati bahwa pihak The Jack Mania Kuningan akan bertanggung jawab atas kerugian materiil maupun biaya pengobatan korban, dengan berkoordinasi bersama pengurus The Jak Mania Cirebon.
Selain itu, kedua kubu suporter sepakat menandatangani surat pernyataan bersama yang berisi komitmen menjaga perdamaian dan kondusivitas di wilayah Kuningan.
Isi kesepakatan tersebut antara lain menegaskan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan, sementara di luar itu seluruh suporter adalah saudara sebangsa dan setanah air, mereka juga sepakat untuk tidak terprovokasi pasca kejadian, membentuk forum komunikasi rutin antar suporter sertq menghindari konten provokatif dan ujaran kebencian di media sosial
Selama kegiatan mediasi berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan lancar. Aparat berharap kesepakatan ini dapat menjadi titik balik dalam menjaga hubungan harmonis antar suporter di Kabupaten Kuningan ke depan. (Elly Said)
