Seputar Kuningan
Kabid P2P Dinkes Kab. Kuningan, dr. Denny Mustafa
News Slider Terkini

Waspadai Isu Super Flu, Dinkes Kuningan Tingkatkan Kewaspadaan

Seputarkuningan.com – Isu merebaknya penyakit yang disebut super flu belakangan ramai diperbincangkan di berbagai media massa, media sosial, hingga berbagai platform digital. Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Super flu istilah populer untuk varian virus influenza A (H3N2) subclade K yang lebih menular dan menyebabkan gejala lebih berat dari flu musiman biasa, seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit kepala, dan kelelahan ekstrem, serta risiko komplikasi lebih tinggi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Denny Mustafa menjelaskan bahwa secara global memang terjadi peningkatan kasus influenza. Namun hingga kini, pemerintah pusat belum menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi khusus atau kejadian luar biasa.

“Super flu ini hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan PCR yang sangat canggih, yaitu genome sequencing, bukan PCR biasa. Di Jawa Barat, fasilitas yang dapat melakukan pemeriksaan tersebut salah satunya berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” ujar dr Denny saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/1/2026).

dr Denny menyebutkan, berdasarkan data nasional terdapat 62 kasus yang terdeteksi di Indonesia, dengan 10 kasus di antaranya ditemukan di Jawa Barat. Seluruh kasus tersebut teridentifikasi melalui pemeriksaan genome sequencing di pusat-pusat laboratorium rujukan.

Meski demikian, lanjut dr Denny, Kementerian Kesehatan RI hingga saat ini masih menilai peningkatan tersebut sebagai influenza musiman yang dipengaruhi oleh faktor cuaca.

“Pemerintah pusat masih menganggap peningkatan ini sebagai flu musiman. Selain itu, daya tahan tubuh masyarakat dinilai masih cukup baik, terutama karena sebagian besar masyarakat telah memiliki kekebalan dari vaksin Covid-19 maupun vaksin influenza mandiri,” jelas dr Denny.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Yang menjadi kekhawatiran kami adalah apabila infeksi ini menyerang anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan penyakit kronis lainnya,” tegas dr, Denny.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah memberikan peringatan kepada seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL), mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik, untuk meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan setiap temuan kasus yang mencurigakan.

Selain itu, sejak akhir tahun lalu telah terjadi peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI) yang menjadi dasar kewaspadaan, seiring dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Untuk saat ini, perlakuan seperti isolasi ketat sebagaimana pada masa pandemi Covid-19 masih dirasa belum perlu. Kami lebih menekankan pada upaya pencegahan,” tambah dr, Denny.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga higiene dan sanitasi, menerapkan PHBS, mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. (Elly Said)

Leave a Comment