Seputar Kuningan
Ricuh di Balai Desa Cihirup Kecamatan Ciwigebang Kabupaten Kuningan
News Slider Terkini

Video Ricuh Di Balai Desa, Warga Kecewa Dengan Kinerja Kades

Seputarkuningan.com – Video ricuh saat rapat di balai desa tersebar di whatsapp grup maupun media sosial. Video tersebut mengakibatkan geger warga.Dalam video berdurasi 29 detik tersebut, tampak warga yang berada di satu ruangan saling berteriak, bahkan ada warga yang melempar kursi.

Dari penelusuran, video tersebut diambil di Kantor Desa Cihirup Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan. Kericuhan tersebut merupakan buntut dari kekecewaan warga terhadap kinerja Pemdes Cihirup.

Ketika dikonfirmasi, salah seorang tokoh masyarakat Desa Cihirup, Oni Praharsa, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Balai Desa Cihirup pada Rabu Malam (27/12/2023).

Oni menjelaskan, sebelum terjadinya pertemuan di balai desa tersebut,  beberapa tokoh masyarakat Desa Cihirup termasuk dirinya sudah mencoba melakukan komunikasi dengan pihak Pemerintahan Desa Cihirup untuk menyampaikan aspirasi warga. Bahkan, pada saat pertemuan kepala desa pun turut hadir. Pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga pun terjadi, akan tetapi tidak ada tanggapan apa pun dari pihak Pemdes Cihirup. Oni pun menganggap pihak Pemdes Cihirup mengabaikan apa yang telah disampaikan pihaknya.

“Karena merasa diabaikan aspirasi yang kami sampaikan, maka kami pun meminta pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan tiap blok dengan pemerintah desa,” kata Oni saat ditemui di kediamannya, Dusun Wage Desa Cihirup Kecamatan Ciawigebang, Kamis (28/12/2023).

Menurut Oni, warga kecewa dengan kinerja pemerintahan desa selama ini. Oni menyebut, warga menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa hal yaitu terkait bansos yang banyak dikeluhkan warga seperti, warga yang tadinya menerima sekarang tidak menerima,warga yang memiliki mobil dapat bantuan sedangkan warga yang tidak mampu tidak mendapat bantuan, pihak pemdes pun terkesan acuh tak acuh dengan adanya pengaduan bansos tersebut dan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada solusi.

“Kami juga mempertanyakan terkait PTSL yang masih belum selesai hingga saat ini. Tidak adanya transparansi penggunaan dana PADes, bahkan ada dana PADes yang masuk ke rekening salah satu perangkat desa. Dan itu pun sudah diakuinya, bilangnya sih mau diganti. Selain itu, kami juga mempertanyakan kenapa selama dua tahun ini tidak pernah ada musyawarah desa tapi kok ada Musrenbangdes. Kan, harusnya ada musdus dulu,” tandas Oni.

Artinya, kata Oni, hal yang berkaitan dengan keuangan maupun pembangunan itu harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Pada pertemuan di balai desa tersebut,lanjut Oni,  warga yang datang ternyata melebihi dari dugaannya.

“Awalnya pertemuan berjalan lancar, tiba-tiba dari arah belakang ada yang berteriak untuk memberhentikan salah satu perangkat desa. Nah, kepala desa memberikan jawabannya seolah-olah menantang dan suaranya cukup keras, hingga warga pun terpancing emosi dan banyak juga warga yang meluapkan kekesalannya selama ini. Seperti yang dilihat divideo, akhirnya pertemuan itu jadi ribut,” ujar Oni.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cihirup Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, Dede Kurniawan, mengaku bahwa permasalahan yang terjadi sudah dianggap selesai dan tidak ada masalah.

Menurut Dede, pada saat pertemuan pihak pemdes juga menghadirkan sarjana pendamping  dari Dinas Sosial dan memberikan penjelasan kepada warga terkait bansos.Dede pun meyakini bahwa di desanya tidak ada penyalahgunaan penyaluran dana bansos.

“Alhamdulllah, permasalahan semalam sudah selesai dan nanti kami akan mengumpulkan KPM untuk memberikan penjelasan terkait bansos. Mudah-mudahan ke depannya kita dapat lebih berkomunikasi lagi dengan masyarakat,” kata Dede.

Terkait PTSL, kata Dede, ada sekitar 178 sertifikat milik warga yang belum selesai tapi pihaknya akan segera menyelesaikannya dan berkordinasi dengan pihak BPN.

“Ada catatan yang disampaikan bahwa warga ingin di tahun 2024 pelayanan pemdes lebih baik lagi. Buat kami sih itu suatu cambuk, bagaimanapun kami bekerja perlu ada kritikan dari warga,” ucap Dede. (Elly Said)

 

Leave a Comment