SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Example 325x300
banner 325x300
PendidikanSliderTerkini

YANUAR PRIHATIN SALURKAN BEASISWA BIDIKMISI DI UNIKU

48
×

YANUAR PRIHATIN SALURKAN BEASISWA BIDIKMISI DI UNIKU

Sebarkan artikel ini

Seputarkuningan.com – Anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan X (Kuningan,
Pangandaran, Ciamis dan Banjar) Yanuar Prihatin menyalurkan alokasi khusus anggota
DPR RI untuk beasiswa Bidikmisi yang diperuntukan 20 orang mahasiswa.
Penyaluran itu dilakukan Yanuar Prihatin pertama kalinya di Universitas
Kuningan dengan besaran penyaluran sesuai kebutuhan yang ditentukan Kementerian
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Penyerahan itu dilakukan secara
simbolis kepada Rektor Uniku Dikdik Harjadi pada kegiatan pembukaan Pengenalan
Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, Senin (9/9/2019).
Anggota DPR RI Dapil X Yanuar Prihatin mengatakan, untuk besaran
beasiswanya disesuaikan kebutuhan yang ditentukan oleh kementerian karena
memang sudah ada aturannya. Kuota sendiri diserahkan pada 20 orang,
mudah-mudahan ke depan bisa bertambah kuota penerimanya karena ini juga masih
berproses.
“Hal ini juga masih dalam pembahasan ditingkat pusat, penyaluran
beasiswa Bidikmisi ini persyaratannya harus kampus dan mahasiswa yang memenuhi
syarat guna mendapatkan beasiswa tersebut, kalau penyaluran alokasi dari
anggota DPR RI untuk kampus baru pertama kali kami lakukan,” ujar Yanuar
Prihatin.
Dikatakan Yanuar, kalau untuk sekolah dari mulai tingkat SMP hingga SMA
beasiswanya sudah berjalan. Tentu penyaluran beasiswanya harus diketahui pihak
kampus, pihak kampus mencari mahasiswa mana yang berhak mendapatkan beasiswa
bidikmisi itu.
“Tetapi pada dasarnya ujung-ujungnya akan sampai kepada mahasiswa, kami
berharap penyaluran beasiswa ini dapat mengatasi kesulitan terutama dalam
pembiayaan. Kemudian bisa memotivasi mahasiswa agar lebih giat dalam belajar
dan penerima beasiswa harus mampu menunjukan bahwa dirinya bisa berprestasi,”
kata Yanuar.
Yanuar menegaskan, penerima beasiswa harus mahasiswa baru dan
betul-betul kurang dalam pembayaran keuangan kampus. Kalau dari prestasi semua
orang bisa berprestasi, paling tidak dari sudut pandang ekonomi.
“Jadi disini pihak kampus harus transparan dalam penyerahan
beasiswanya, kami mohon doanya mudah – mudahan ke depan pemberian beasiswanya
bisa ditambah kuotanya,” ujarnya. (Agus Maulani)

Tinggalkan Balasan