SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Example 325x300
NewsSliderTerkini

Ujian Praktek Sim C Tanpa Angka 8 Dan Zig-Zag Mulai Diberlakukan

1614
×

Ujian Praktek Sim C Tanpa Angka 8 Dan Zig-Zag Mulai Diberlakukan

Sebarkan artikel ini
Ujian praktek tanpa angka 8 mulai diberlakukan
Example 468x60

Seputarkuningan.com – Uji coba materi baru ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C tanpa angka 8 dan zig-zag resmi digelar hari ini, Senin (7/8/2023).

Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian melalui Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Vino Lestari mengatakan, mulai hari ini desain baru berupa lintasan sirkuit itu secara serempak diberlakukan.

Advertisement
banner 325x300
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan juga sesuai intruksi dari pimpinan dalam hal ini Bapak Kapolri, mulai hari ini perubahan bentuk pelaksanaan ujian sim motor mengalami perubahan-perubahan. Ditiadakannya ujian angka 8 dan diganti dengan huruf S dan juga ukurannya mengalami perubahan. Dan hari ini, lapangan praktek yang baru sudah diberlakukan,” jelas Vino dalam keterangan persnya, Senin (7/8/2023).

Vino menjelaskan, pada materi baru, ujian praktik SIM C nantinya akan dilakukan pada lintasan berbentuk sirkuit yang spesifikasinya telah diperbarui dari versi lama. Dari denah yang telah ditetapka Kakorlantas,  sirkuit ujian praktik SIM C memiliki tiga lintasan lurus dan lima area berbelok, yang satu bagiannya menyerupai huruf S.

Saat uji praktik dimulai, pemohon SIM C akan masuk melalui garis start, lalu keluar dari sisi lainnya setelah menyelesaikan semua tantangan pada sirkuit itu. Lintasan ini mengakomodir empat materi ujian praktik dengan ukuran yang sudah diperlebar dan tanpa materi zig-zag atau disebut juga slalom. Ujian angka 8 diganti ujian berbentuk huruf S.
Sejumlah poin dalam perubahan ujian praktik SIM C tersebut, kata Vino, yaitu pertama adalah lintasan lurus yang kini memiliki jumlah patok lebih sedikit dari model sebelumnya.

“Yang pertama ini adalah lintasan lurus. Lintasan lurus ini kami kurangi jumlah patoknya sehingga yang tadinya jarak antar patok 200 cm menjadi 250 cm,” kata Vino.

Sedangkan untuk ujian teori, kata Vino, masih tetap mengikuti aturan yang lama hanya saja untuk soal-soalnya selalu update sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Namun Vino menegaskan, bahwa model uji praktik yang baru memang akan memudahkan masyarakat, namun tidak mengurangi tolak ukur Polri dalam melihat kompetensi berkendara.

“Hal tersebut untuk menjamin keselamatan pengendara,” tutup Vino. (EllySaid)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan