banner 325x300
SliderSosial BudayaTerkini

RUTIN OPERASI, TEKAN ANGKA KECELAKAAN

60
×

RUTIN OPERASI, TEKAN ANGKA KECELAKAAN

Sebarkan artikel ini
Operasi rutin yang dilaksanakan Satlantas Polres Kuningan

Seputarkuningan.com – Untuk menekan angka
pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Kuningan, jajaran
Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kuningan rutin menggelar operasi atau razia.
Hal itu terpantau Selasa (20/8/2019) pagi puluhan pengendara di Jalan Syekh
Maulana Akbar terjaring razia Satlantas Polres Kuningan.
Operasi tersebut dipimpin langsung Kepala Unit Pengaturan Penjagaan
Pengawalan dan Patroli Inspektur Dua Mei berlangsung selama satu jam. Alhasil
banyak pengendara yang tidak membawa surat – surat seperti STNK maupun SIM
serta habis masa berlaku surat tersebut.
Kanit Turjawali Polantas Polres Kuningan IPDA Mei mengatakan, operasi
rutin ini dilakukan agar masyarakat semakin taat dalam budaya lalu lintas dan
menekan angka kecelakaan. Dari pantauan secara kasat mata petugas yang
melakukan patroli siang hingga malam hari masih kurangnya kesadaran masyarakat
dalam tertib lalu lintas.
“Kami memantau pada siang hingga malam hari kebanyakan pengendara tidak
memakai helm, kalau pagi hari untuk penggunaan helm sudah bagus hanya saja
mereka masih lupa tidak membawa SIM dan STNK. Pada saat operasi juga kami
mengingatkan pengendara agar tidak lupa membawa surat-surat berkendara,” ujar
IPDA Mei.
IPDA Mei menyebutkan, kalau untuk pengendara yang belum memiliki SIM
itu didominasi oleh kalangan pelajar yang masih dibawah umur. Soal pelajar,
harusnya pihak sekolah memberikan imbauan kepada pelajarnya bagi yang belum
memiliki SIM agar tidak membawa kendaraan lebih dulu.
“Secara transportasi untuk wilayah perkotaan, semua sekolah sudah
terlintasi angkutan umum. Kalau untuk operasi sendiri sudah menjadi tugas kami
sebagai penegak hukum untuk mengingatkan pengendara agar tertib berlalu
lintas,” kata Mei.
Mengenai pemakaian sabuk pengaman, lanjut Mei, pihaknya akan menindak
seluruh pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan atau sheet
belt. Masukan dari masyarakat soal pengemudi angkutan kota (angkot) yang tidak
menggunakan sabuk pengaman itu sangat bagus, tetapi untuk melakukan penindakan
terhadap pengemudi angkot perlu imbauan dari Dinas Perhubungan.
“Kami akan membicarakan kepada unit Dikyasa dan menyampaikan ke Dishub
untuk melakukan sosialisasi penggunaan sabuk pengaman kepada pengemudi angkot. Nanti
setelah diimbau, mereka mengabaikan imbauan itu secara tegas akan melakukan
penindakan terhadap pengemudi angkot yang tidak menggunakan sabuk pengaman,”
ujarnya. (Agus Maulani)

Tinggalkan Balasan