banner 325x300
SliderSosial BudayaTerkini

Puncak HPN 2023, Bupati Kuningan Terima Trophy Abyakta

80
×

Puncak HPN 2023, Bupati Kuningan Terima Trophy Abyakta

Sebarkan artikel ini


Seputarkuningan.com – 
Bupati Kuningan H. Acep Purnama bersama 9 bupati/wali kota lainnya di Indonesia dianugrahi Anugrah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI). Acep menerima Trophy Abyakta AK-PWI yang digelar di Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis (9/2/2023).

Advertisement
banner 325x300
Scroll kebawah untuk lihat konten

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua PWI pusat Atal S Depari dan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo. Serta juga disaksikan oleh ribuan pers se Indonesia.

Ketua PWI pusat Atal S Depari mengatakan, Anugerah Kebudayaan PWI ini sendiri bertujuan khusus untuk memberikan apresiasi kepada Bupati/Walikota yang dinilai sukses dalam menginovasi mata rantai pangan, sandang, dan papan yang berbasis pada kebudayaan (kearifan lokal) dan informasi global, menuju pangan yang berswasembada, sandang yang berkepribadian, serta papan yang selaras dengan alam dan lingkungan.

Sebelum menerima penghargaan, Bupati Kuningan  bersama 9 Bupati/ Wali Kota lainnya mengikuti seleksi oleh juri yang kompeten di bidang pers dan kebudayaan di Kantor PWI Pusat, Desember 2022 lalu. Kemudian juga mengikuti Dialog Kebudayaan menjelang Puncak HPN pada  Selasa, 7 Februari 2023 di Medan.

Adapun ke-9 Bupati/Wali Kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yaitu Bupati Sleman, DI Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo, Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi, Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution, Bupati Malang, Jawa Timur, Muhammad Sanusi, Bupati Pesawaran, Lampung, Dendi Ramadhona, Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan, Bupati Agam, Sumatera Barat, Andri Warman, Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Darma Wijaya dan Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Usman Sidik.

Usai menerima Anugerah Kebudayaan  Bupati Kuningan H.Acep Purnama   menjelaskan, kaitan budaya dengan ketahanan pangan. Budaya adalah sesuatu hal yang merupakan tradisi dan turun menurun, mau tidak mau itu harus dipertahankan. “Jati ulah silih ku junti (yang asli jangan sampai tergeser dengan yang baru dan pendatang), karena di sekeliling Kita ada yang memiliki, ada yang harus dihormati, dan ada yang harus dijaga. Untuk Kuningan ekspose budaya yang disampaikan dengan pembahasan  Ngarumat Budaya Kuningan, Ngariksa Alam, Mapag Swasembada Pangan.

“Jika sudah mempertahankan kebudayaan (kearifan lokal) maka akan timbulah rasa kemandirian, rasa hormat kepada orangtua, rasa sayang kepada lingkungan sekitar, termasuk merawat, menjaga dan melestarikan daerah (desa)nya sendiri. Potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Kuningan itulah perlu dilestarikan, berawal dari kecintaan dan membangun desa maka akan lahir sebuah komitmen untuk cinta kepada daerahnya sendiri,” ungkapnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada HPN 2023 yang mengusung tema “Pers Bebas Demokrasi Bermartabat” menyampaikan, atas nama rakyat, atas nama pemerintah saya menyampaikan selamat Hari Pers kepada seluruh insan pers Indonesia di manapun Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara berada.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi pers nasional kepada bangsa dan negara. “Terima kasih kepada pers nasional atas kontribusinya kepada bangsa dan negara. Sejak awal awak media berkontribusi besar dalam menyuarakan ajakan perjuangan kemerdekaan, menyuarakan inovasi-inovasi pembangunan, dan menjadi penopang utama demokratisasi.  (Elly Said)

Tinggalkan Balasan