banner 325x300
PendidikanSliderTerkini

PESAN MORAL “KERING” TEATER JALANAN UNIKU

72
×

PESAN MORAL “KERING” TEATER JALANAN UNIKU

Sebarkan artikel ini

Advertisement
banner 325x300
Scroll kebawah untuk lihat konten
Seputarkuningan.com – Dalam momen karnaval
budaya Hari Jadi Kuningan setiap tahunnya, Universitas Kuningan selalu
menampilkan persembahan teater jalanan yang memberikan pesan moral kepada
masyarakat maupun pejabat yang melihatnya. Setiap tahunnya, Teater Jalanan
Uniku selalu memberikan kesan dan penampilan yang berbeda.
Jika pada tahun sebelumnya, Uniku menampilkan Teater Jalanan bertema
Manusia Tanah Air. Maka pada tahun ini dalam momentum Hari Jadi Kuningan ke 521
bertepatan pula dengan musim kemarau, Uniku mempertunjukan aksi teaterikal
bertemakan kering.

Kering dalam teater jalanan itu yang membuat masyarakat antusias menyaksikan
karnaval budaya disutradarai Arif Hidayat Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan.
Tema kering yang digarap Teater Jalanan Uniku merupakan gambaran
situasi dan kondisi saat ini baik tentang alam maupun manusia, dengan
kekeringan mengakibatkan banyak bencana dari mulai keringnya pikiran dan hati
manusia sehingga menghilangnya sisi kemanusiaan. KeringKering bukan soal hujan
dan debu, tapi kering soal kehidupan.
Ratusan para pegiat seni Teater Jalanan itu penuh dengan tanah, sehingga
mereka pun menjadi incaran warga untuk berfoto bersama. Mereka berjalan dari
Kampus Pascasarjana Uniku di Jalan Pramuka dipimpin langsung Ketua Yayasan Sang
Adipati Kuningan Uri Syam dan Rektor Uniku Dikdik Harjadi.
Rektor Uniku Dikdik Harjadi menyebutkan, pihaknya mempersembahkan
teater jalanan ini dengan melibatkan 400 orang mahasiswa dan pegiat seni Teater
Pecut Dapur Sastra Uniku dan Teater Sado.
“Kami tidak memikirkan untuk mendapatkan juara, tapi kami hanya
menampilkan kreatifitas para pegiat seni untuk menghibur masyarakat dalam
karnaval Hari Jadi Kuningan,” ujar Dikdik Harjadi. (Agus Maulani)

Tinggalkan Balasan