banner 325x300
NewsSliderTerkini

MAHASISWA KUNINGAN DESAK POLRI USUT KASUS PENEMBAKAN RANDI

65
×

MAHASISWA KUNINGAN DESAK POLRI USUT KASUS PENEMBAKAN RANDI

Sebarkan artikel ini
Ratusan mahasiswa lakukan unjuk rasa di depan Polres Kuningan

Seputarkuningan.com  – Ratusan mahasiswa
Kuningan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Badan Eksekutif
Mahasiswa Universitas Kuningan bergerak melakukan aksi solidaritas atas
tewasnya Randi (21 tahun) yang tertembak saat mengikuti unjuk rasa menolak RUU kontroversial
di Kendari, Sulawesi Tenggara di Halaman Mapolres Kuningan, Jum’at (27/9/2019).
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Kuningan
Muhammad Agung Tri Sutrisno mengatakan, pihaknya
menuntut agar Polri bisa mengusut kasus penembakan mahasiswa saat unjuk rasa di
Kendari, Sulawesi Tenggara dengan transparan. Jangan sampai ada dusta.
“Kami ingin oknum pelaku penembakan itu mendapatkan hukuman yang
seberat-beratnya, kami tidak ingin ada unsur penguasa yang melindungi atau
menghalang-halangi terkait dengan investigasi kasus tersebut. Kalau berasal
dari masyarakat sipil itu tidak mungkin memiliki senjata api, maka dari itu
kami menginginkan pengusutan secara terbuka kepada publik,” ujar Muhammad Agung
Tri Sutrisno.
Aksi tabur bunga sendiri, lanjut Agung, dilakukan secara simbolis sebagai
bentuk penghargaan rekan – rekan mahasiswa terhadap saudara Randi yang sama –
sama berjuang kebenaran. Kalau disambut dengan baik sangat diapresiasi, tapi
dengan catatan Polres Kuningan dapat menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Kapolri.
“Kalau misalnya kasus penembakan Randi ini tidak terungkap dalam waktu
cepat atau lambatnya investigasi mungkin kami akan melakukan kembali aksi dengan
gelombang massa lebih banyak lagi. Harapan kami Kapolri dapat merevisi kembali aturan
terkait pengendalian massa, seharusnya dalam pengendalian massa tidak
diperbolehkan membawa alat yang membahayakan demonstran karena mahasiswa
melakukan demo juga memiliki hak yang dijamin oleh undang-undang,” katanya
Pihaknya juga meminta polisi menempatkan posisi sebagai pelindung,
pengayom dan pelayan bagi masyarakat. Aksi unjuk rasa ini bukan hanya dari
organisasi IMM, tapi juga gabungan dengan BEM Uniku dan Unisa. Hanya saja
secara kebetulan saudara Randi ini merupakan kader IMM Kendari, Sulawesi
Tenggara.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Uniku yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam Feri mengatakan, perjuangan kemarin merupakan penyampaian
aspirasi. Tetapi mengapa ada oknum yang telah menembak mati rekan Randi.
“Meskipun terjadi di Kendari, tetapi sakitnya terasa hingga Kuningan.
Kami ingin menjadi mitra ketika menyampaikan aspirasi, saya berharap Polri
segera membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap siapa pelaku penembakan di
Kendari terhadap mahasiswa karena itulah yang kami butuhkan,” ujar Feri. (Agus
Maulani
)

Tinggalkan Balasan