SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Example 325x300
banner 325x300banner 325x300banner 325x300
SliderSosial BudayaTerkini

KEBAKARAN CIREMAI TELAH PADAM, BPBD KUNINGAN TETAP SIAGA

48
×

KEBAKARAN CIREMAI TELAH PADAM, BPBD KUNINGAN TETAP SIAGA

Sebarkan artikel ini

Seputarkuningan.com – Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kabupaten Kuningan menyatakan kobaran api di puncak Gunung
Ciremai sudah padam, kobaran api itu secara keseluruhan menghanguskan lahan
seluas 343 hektar. Pantauan udara, Kamis (15/8/2019) pagi pun dilakukan untuk
memastikan seluruh areal lokasi kebakaran sudah padam.
Padamnya kobaran api pun seluruh petugas gabungan dari Polri, TNI,
Brimob, relawan dan pecinta alam sudah ditarik BPBD Kuningan. Meskipun
kebakaran Gunung Ciremai sudah berhasil dipadamkan, BPBD sendiri masih siaga
kebakaran dan kekeringan.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai pun masih melakukan penutupan jalur
pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tak hanya itu, patroli
polisi hutan BTNGC pun terus dilakukan di kawasan yang kerap terjadi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin mengatakan, hasil pantauan
udara pagi hari di puncak Gunung Ciremai sudah clear dari titik api maupun
kepulan asap. Api berhasil dipadamkan dua hari lalu, para petugas pun di
lapangan sudah ditarik begitu api sudah padam.
“Untuk jalur Kuningan seluruhnya sudah padam dan tidak ada kepulan
asap, ada satu titik kepulan asap itu berada di kawasan Blok Sadarehe, Majalengka,
Jawa Barat. Titik itu pun sudah dikoordinasikan oleh kami ke BPBD Majalengka
dan langsung dilakukan pengeboman oleh helikopter water bombing yang disiagakan
di Majalengka,” ujar Agus Mauludin.
Api dapat dipastikan padam, lanjut Agus, tadi pagi dipastikan oleh crew
pilot helikopter water bombing, petugas BPBD melakukan patroli udara dan
dinyatakan clear api sudah padam. Bantuan udara untuk pengeboman air berjalan seminggu.
“Sejak kemarin lusa kami sudah menarik seluruh relawan dan petugas yang
melakukan pemadaman melalui jalur darat, Brimob sendiri sudah menarik
pasukannya lebih dulu. Kami sendiri masih tetap siaga karena musim kemarau menurut
BMKG akan berlangsung hingga akhir September,” kata Agus. (Agus Maulani)

Tinggalkan Balasan