SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Example 325x300
banner 325x300
SliderSosial BudayaTerkini

AKSI TUTUP MULUT WARNAI PELANTIKAN ANGGOTA DEWAN

39
×

AKSI TUTUP MULUT WARNAI PELANTIKAN ANGGOTA DEWAN

Sebarkan artikel ini

Seputarkuningan.com – Puluhan mahasiswa
Kuningan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah melakukan
aksi tutup mulut pada saat prosesi pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan berlangsung Senin (9/9/2019).
Selain tutup mulut, mereka juga melakukan aksi longmarch dengan
berjalan kaki mundur dari Terminal Type A Kertawangunan menuju gedung dewan. Tidak
hanya IMM, organisasi mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga melakukan unjuk rasa dihari yang sama.
Adanya unjuk rasa dari dua organisasi mahasiswa, polisi pun melakukan
pengalihan arus mulai dari Terminal Type A Kertawangunan hingga Pasar Ancaran. Unjuk
rasa berjalan dengan tertib hingga selesainya proses pelantikan dewan, kedua
organisasi itu langsung ditemui Ketua DPRD sementara Nuzul Rachdy.
Masing – masing organisasi baik IMM maupun KAMMI mengajukan tuntutan terhadap
kinerja anggota DPRD yang baru saja dilantik. Bahkan, organisasi KAMMI Kuningan
meminta kepada pimpinan dewan agar fakta integritas itu dipajang di lokasi yang
strategis agar dapat diingat dan dibaca oleh anggota dewan.
Ketua umum PC IMM Kabupaten Kuningan Muhammad Agung Tri Sutrisno
mengatakan, aksi ini untuk mengingatkan kepada anggota DPRD wajah baru untuk
menebus dan menyelesaikan pekerja anggota dewan terdahulu.

“Kami menuntuT agar mereka dapat merealisasikan janji kampanyenya, jangan
sampai mereka bermuka dua artinya manis ketika kampanye. Ketika sudah dilantik
mereka melupakan janji kampanyenya, tentunya setiap anggota dewan memiliki visi
misi. Besar harapan kami mereka bisa merealisasikan janji mereka ketika
berkampanye pada masyarakat,” ujar Muhammad Agung Tri Sutrisno.
Muhammad Agung menyebutkan, masyarakat sudah menerima janji manisnya
ketika kampanye. Jangan sampai apa yang sudah dijanjikan ketika kampanye mereka
abaikan dan tidak direalisasikan, masyarakat hanya meminta agar mereka
merealisasikan janji kampanyenya.
“Kami mengingatkan kepada anggota DPRD yang baru dan belum
terkontaminasi oleh kultur politik lama, kami berharap mereka tidak masuk ke
dalam sistem lama tetapi mereka harus menjadi pembaharu di dewan yang
mengedepankan kepentingan rakyat,” kata Muhammad Agung. (Agus Maulani)

Tinggalkan Balasan