Seputarkuningan.com – Pemandangan berbeda mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Kuningan, Sabtu (27/6/2026). Di tengah semarak berbagai perlombaan rakyat seperti tarik tambang, lari bakiak, dan balap karung, perhatian peserta dan penonton justru tertuju pada arena lomba memasak yang seluruh pesertanya merupakan kaum pria.
Bukan koki profesional, para peserta berasal dari jajaran pejabat utama Polres Kuningan, mulai dari para Kasat, Kapolsek se-wilayah hukum Polres Kuningan, hingga Pokja Wartawan Polres Kuningan. Mereka ditantang menunjukkan kemampuan meracik nasi goreng dengan cita rasa terbaik.
Suasana kompetisi berlangsung meriah dan penuh gelak tawa. Setiap peserta membawa peralatan memasak masing-masing dan diberi waktu 45 menit untuk menyelesaikan hidangan.
Panitia juga menerapkan aturan yang cukup menantang. Seluruh peserta dilarang menggunakan bumbu instan maupun racikan pabrikan. Semua bahan dan bumbu wajib diolah sendiri. Penilaian tidak hanya mencakup rasa, tetapi juga kreativitas penyajian, kerapihan, serta kebersihan area memasak.
Menambah keseruan, salah satu dewan juri merupakan chef yang pernah menempuh pendidikan kuliner di Swiss dan berkarier cukup lama di Amerika Serikat. Meski berpengalaman di dunia kuliner internasional, ia tetap menaruh apresiasi tinggi terhadap nasi goreng sebagai salah satu kuliner khas Indonesia.
Selama proses penjurian, para juri berkeliling dari satu meja ke meja lainnya untuk mengamati teknik memasak sekaligus mencicipi hasil kreasi peserta sebelum menentukan pemenang.
Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar, mengapresiasi seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus memeriahkan Hari Bhayangkara dengan suasana santai dan penuh keakraban.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi. Dewan jurinya saya sendiri dan Mas Bayu. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menghadirkan lomba memasak ini. Saya doakan semuanya bisa menyajikan makanan yang lezat dan menggugah selera dewan juri,” ujar Kapolres disambut tawa peserta.
Dengan nada bercanda, Kapolres juga mengingatkan agar kompetisi berlangsung sportif.
“Jangan ada yang nyogok-nyogok saya di sini. Saya akan mencicipi langsung masakan yang disajikan para peserta,” kelakarnya.
Ia juga berseloroh bahwa kemungkinan besar para peserta telah berdiskusi dengan istri masing-masing demi mendapatkan resep nasi goreng terbaik sebelum tampil.
“Saya tahu mungkin bapak-bapak di sini sudah meminta istrinya menyiapkan resep nasi goreng yang enak. Yang penting hari ini tampil maksimal dan selamat berlomba,” tandasnya.
Kegiatan ini memperlihatkan sisi lain anggota Polri yang biasanya identik dengan tugas menjaga keamanan, namun kali ini beradu kreativitas di balik wajan untuk menghasilkan sepiring nasi goreng terbaik. (Elly Said)
