Seputar Kuningan
News Slider Terkini

Tekan Stunting, Alfamart Salurkan 510 Ribu Butir Telur untuk 2.700 Anak di 39 Kota

Seputarkuningan,com – Di tengah upaya nasional menekan angka stunting, Alfamart terus mengambil peran melalui program berkelanjutan “Satu Telur Sehari”. Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut konsisten memperluas jangkauan penerima manfaat sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya pada 2026, program ini diperluas ke 39 kota dengan target distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting. Telur didistribusikan secara berkala selama tiga hingga enam bulan melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat yang turut melakukan pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.

Kabupaten Kuningan menjadi salah satu wilayah yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut pada tahun ini. Bertempat di Posyandu Seroja, Kecamatan Kramatmulya, sebanyak 35 anak tercatat sebagai penerima manfaat program.

Kader Posyandu Seroja, Euis Tati, mengatakan bahwa anak-anak yang terindikasi stunting tidak hanya memperoleh tambahan asupan protein berupa satu butir telur setiap hari, tetapi juga mendapatkan pendampingan terkait pola asuh dan pola makan bergizi seimbang bagi orang tua.

“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” ujar Euis.

Menurutnya, telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terjangkau, serta praktis diolah menjadi berbagai menu harian untuk anak. Selain distribusi telur, program ini juga dibarengi edukasi gizi dan pemeriksaan berkala yang dilakukan bersama kader posyandu.

Intervensi Berkelanjutan untuk Menekan Stunting

Seiring berjalannya waktu, cakupan program “Satu Telur Sehari” terus mengalami peningkatan, baik dari sisi wilayah pelaksanaan maupun jumlah penerima manfaat.

Pada 2026, program ini menargetkan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada lebih dari 2.700 anak di 39 kota. Sebelumnya, pada 2025, Alfamart telah mendistribusikan lebih dari 189.000 butir telur kepada 1.000 anak terindikasi stunting di 25 kota, dengan sekitar 72 persen penerima manfaat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.

Sementara itu, pada 2024 sebanyak lebih dari 103.000 butir telur disalurkan kepada 591 anak di 12 kota. Adapun pada awal pelaksanaannya pada 2022, program ini telah mendistribusikan lebih dari 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan bahwa program “Satu Telur Sehari” difokuskan pada anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar bantuan dapat tepat sasaran.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak-anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujar Rani.

Ia menambahkan, program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan semata, melainkan juga disertai pemantauan berkala terhadap perkembangan anak melalui pencatatan yang dilakukan bersama dinas kesehatan dan kader posyandu.

“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” tambahnya.

Program “Satu Telur Sehari” tahun 2026 resmi dimulai sejak Mei dan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Selama periode tersebut, distribusi telur dilakukan secara berkala kepada lebih dari 2.700 anak penerima manfaat di 39 kota.

Selain pemberian protein hewani, program ini juga dibarengi pencatatan tumbuh kembang anak, pendampingan keluarga, serta edukasi gizi bagi orang tua. Melalui kolaborasi dengan dinas kesehatan dan kader posyandu, edukasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memahami pentingnya pola makan bergizi sederhana guna mendukung pertumbuhan anak secara berkelanjutan. (Elly Said)

Leave a Comment